Tahapan Implementasi ERP
Pendekatan dan Metodologi untuk Sukses Implementasi ERP

Mengimplementasikan ERP adalah mengimplementasikan perubahan cara kerja di perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan melakukan perubahan atau transformasi  proses bisnis dan cara kerja dengan didukung oleh sistem ERP. Bukan sekedar mengganti atau meng-upgrade teknologi, tetapi melaksanakan agenda organizational change management.

Oleh sebab itu, tahapan-tahapan implementasi ERP harus mengacu kepada tahapan-tahapan organizational change, sebagaimana metode dari Dr John Kotter atau metode terkenal lainnya.

Berdasarkan pengalaman kami, berikut tahapan-tahapan penting dalam mengimplementasikan sistem ERP untuk mendukung perubahan proses bisnis perusahaan; 

Sense of Urgency

Banyak karyawan atau pihak manajemen yang menyadari bahwa perusahaan harus melakukan perubahan di sebagian atau bahkan di banyak area dalam rangka menjamin kelangsungan bisnis perusahaan, namun baru sebatas pemikiran sendiri atau sekedar keluh kesah (curcol)

Kegelisahan individu ini merupakan hal yang sangat penting, sebagai tanda bahwa karyawan memiliki kepedulian terhadap perusahaan. Kepedulian tersebut perlu di-share kepada semua pihak supaya mendadi pemikiran mereka juga. Dari sini akan memicu diskusi yang lebih konstruktif. Jika kegelisahan ini tidak mendapat jawaban, kemungkinan akan menimbulkan demotivasi karyawan.

Mencari dan Memantapkan Dukungan

Dari diskusi-diskusi di atas, kita bisa melihan siapa-siapa saja yang  mendukung ide/pemikiran kita, siapa saja yang berbeda pandangan, serta siapa saja yang bahkan tidak peduli.

Pada tahap ini, kita perlu mengumpulakn dukungan sebanyak-banyaknya, terutama dukungan pihak manajemen bahkan direksi. Dukungan manajemen diperlukan karena pihak manajemen lah yang berwenang untuk memutuskan perubahan-perubahan yang akan dilakukan. Pihak manajemn akan mendukung ide kita, jika menurut manajemen ide kita masuk akal dan memberi dampak perbaikan perusahaan ke depan.

Pada tahap ini, wacana implementasi sistem ERP sebagai teknologi pendukung agenda perubahan dibahas secara cukup mendalam seperti pre-feasibility study untuk menyepakati ekspektasi manfaat yang dihasilkan dari implementasi ERP ini.

Menetapkan Komitmen Terhadap Agenda Perubahan

Pada tahap ini, setelah semua sepakat dengan strategi perubahan dan objective yang ingin dicapai serta dukungan yang memadai dari stakeholder, maka secara bersama-sama menyepakati agenda-agenda perubahan yang akan dijalankan.

Menurut pengamatan kami, tahap ini sering dilakukan tanpa melewati tahap sebelumnya secara matang, yaitu perusahaan atau manajemen mengeluarkan kebijakan untuk melakukan perubahan, termasuk implementasi ERP, tanpa membangun dukungan stakeholder yang cukup. Manajemen perusahaan 'secara serta-merta' , dengan berdasar kajian konsultan eksternal atau hasil pemikiran sendiri, mengeluarkan kebijakan ini.

Hal seperti ini, sesuai hasil survey-survey yang dilakukan memiliki kemungkinan gagal hingga 60%, karena tidak mendapat dukungan yang memadai dari stakeholder. Kami strongly recommend, untuk memasuki tahap ini hanya jika sudah mendapat konsensus dukungan yang memadai dari para stakeholder.

Bentuk Tim Agen  Perubahan dan Tim Implementasi

Setelah arah kebijakan dan agenda-agenda perubahan telah diformalkan dengan dukungan tinggi dari para stakeholder utama, maka perlu disiapkan tim untuk meng-eksekusi agenda-agenda strategis tersebut.

Selain tim teknis yang melaksanakan inisiatif strategis, perlu juga dibentuk tim agen perubahan yang tugasnya sebagai influencer untuk menarik lebih banyak dukungan stakeholder.

... to Page 2

Sampaikan pemikiran Anda, 

atau kontak kami untuk diskusi gratis

Tahapan Implementasi ERP
PT SISI, Achmad Tholchah, CGEIT 4 Maret, 2022
Share this post
Arsip
Masuk to leave a comment
ERP
Enterprise Resource Planning( Sistem Informasi Perusahaan )